UJI Mebelika UNNES

Unit Jasa dan Industri Media Pembelajaran Matematika

  • September 2016
    S S R K J S M
    « Feb    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

Contoh RPP Matematika Kelas 5 SD

Posted by mebelika pada Februari 2, 2009

RPP 5 SD-MI
RPP Lampiran 5 SD-MI
Pada tulisan ini disajika contoh RPP Matematika dan lampiranntya  Kelas 5  Sekolah Dasar, untuk mencapai KD  3.1) Menghitung luas trapesium dan layang-layang, 3.2) Menyelesaikan masalah yang berkaitan  dengan luas bangun datar.

RPP tersebut dikembangkan berdasarkan Permen  41/2007,  berbasis pembelajaran PAIKEM dan CTL, guru tidak lagi memberikan pengumuman tetapi guru lebih berperan sebagai fasilitator yang memberikan fasilitas baik berupa perangkat keras ( Alat peraga (AP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), Lembar Tugas Peserta Didik (LTPD), Kartu Maslah (KM), CD Pembelajaran inovatis  dan Pekerjaan Rumah(PR) , muapun perangkat lunak (sejumlah  serangkaian tugas dan pertanyaan produktif dan informasi secukupnya) agar peserta didik mampu menemukan sendiri pengetahuan  baik berupa konsep, prisnsip dan prosedur yang berkaitan dengan luas trapesouam dan luas layang-layang.

RPP tersbut diranacng agar peserta didik dengan mudah dapat mencapai KD yang diharapkan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama dengan menggunakan alat peraga (Enaktif),  tahap kedua dengan menngunakan LKPD dan CD Pembelajaran (Ikonik) dan tahap ketiga menggunakan LTPD (symbolik)

Parapan penulis, dengan contoh RPP tersebut,  teman-teman guru (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK)  dapat mengembangkannya  lebih baik lagi sehingga  segera bisa menjadi guru profesional (tersartifikasi)  yang memiliki kompetensi  profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi paedagogik dan kompetensi soaial , dan akhirnaya  rupiah akan bertambah, berlimpah dan barokah.

Kalau teman-teman guru SD/MI danSMP/MTs  akan mengembangkan lebih jauh dapatkan Buku Petunjuk Pemanfaatan Alat Peraga Matematika Pend. Dasar yang ditulis oleh Sugiarto (081390440602)

Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Artikel

Posted by mebelika pada Desember 7, 2008

Unit Produksi Media Pembelajaran Matematika

Universitas Negeri Semarang

Sugiarto 1), Isti Hidayah 2), Kusni 3), Margunani 4)


ABSTRAK

Pada bulan April 2008,  U-UJI Mebelika UNNES disetujui oleh DP2M dan mendapat dana dari PD2M sebesar Rp 70,000,000,- dan dana dari UNNES sebesar Rp 17,500,000,-.   Sejak berdirinya IKIP Semarang (UNNES)  belum pernah mendapatkan U-UJI  sehingga U-UJI Mebelika merupakan U-UJI yang pertama di UNNES. Kegiatan U-UJI Mebelika UNNES tahun pertama ini melibatkan 14 tenaga kerja yang terdiri dari 4 orang Tim U-UJI (Direktur, Kabag  Pemesaran, Kabag Produksi dan Personalia, Kabag Keuangan) dan 10  orang  tenaga Non Tim U-UJI sebagai tenaga harisn lepas.

Komuditas Utama Produk  meliputi  1)  Alat peraga manipulatif matematika pendidikan  dasar Jumlah produksi dalam 8 bulan sebanyak 601 unit atau produksi rata-rata perbulan sebanyak 75 unit. 2)  Master CD pembelajaran interaktif   mata pelajaran matmatika pendidikan dasar  sebanyak  26 macam, sedangkan komoditas tambahan berupa etalase aluminium-kaca.

Kegiatan  yang  telah  dilakukan sejak bulan April 2008 antara lain :         1) Membuat desain alat peraga matematika sebanyak 41 macam,  2) membuat prototip alat peraga matematika sebanyak 41 macam, 3) membuat master CD pembelajaran interaktif  mata pelajaran matematika sebanyak 26 macam, 4) memproduksi dan menjual alat peraga matematika sebanyak 21 paket  yang teridiri dari 601 unit

Pemasaran dilakukan dengan bernagai cara  antara lain: 1)  Presentasi didepan guru SD/MI dan guru metematika SMP/MTs dan Kepala SD/MI ketika Pengelola U-UJI bertugas melaksanakan tugas sebagai vasilitator pada kegiatan BINTEK, MEQIP, Seminar, Pelatihan , 2) Selebaran yang isinya tentang jenis alat peraga dan harganya kepada calon konsumen, 3) Informasi langsung kepada mahsiswa UT yang tersebar di kabupaten di Jawa tengah oleh Pengelo U-UJI dan oleh dosen matematika UNNES yang bertugas sebagai tutor UT

Ikut mengambil tempat pada kegiatan Pameran, 4) pameran

Jumlah  pruduk U-UJI yang telah dipasarkan ke 21 Lembaga Pendidikan Dari 21 paket  produk tersebut  pasar yang terbesar adalah SMP/MTs mencapai 13 paket,  konsumen yang lain adalah yaitu SD/Mi,  Pengelola MEQIP, dan Pengelola LAPIS.  Dari 21 paket tersebut terdiri dari 601 unit , Nilai penjualan mencapai  Rp  72,676,900,  dengan harga rata-rata perunit sebesar Rp 120,900 dan harga rata-rata per paket sebesar Rp 3,460,800,  omset penjualan     rata-rata perbulan mencapai 3 paket yang terdiri-dari 75 unit senilai Rp  9,084,600

Aliran Kas tahun pertama U-UJI Mebelika UNNES sbb : 1) jumlah investasi dari Dikti = Rp 39,836,420, dari Perguruan tinggi Rp 17,500,000 dan dari Unit Usaha sendiri = Rp 13,000,000, sehingga jumlah total sebesar  Rp 70,336,420.  2)   Jumlah pendapatan usaha = Rp  72,676,900, Jumlah  Total 1) dan 2) sebesar  Rp  143,013,320, Sedangkan 3)  jumlah realisasi pengeluaran sebesar  Rp 70,282,300, jadi  saldo akhir mencapai Rp 72,731,020, yang terdri dari a) Kas ditangan  Rp 4,750,000,  b)  Kas di Bank Rp 41,192,820, c) Bahan baku, inventaris kantor,   sisa alat peraga, peralatan produksi sebesar Rp 26,788,200

Kata kunci : Alat peraga manipulatif,  CD pembeajaran interaktif

PENDAHULUAN

Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran matematika menuju pembelajaran yang mudah dipahami siswa, bermakna, dan menyenangkan (joyful learning), pembelajaran matematika pendidikan dasar (SD/MTs dan SMP/MTs) masih membutuhkan alat bantu pembelajaran berupa alat peraga. Hasil identifikasi alat peraga yang dapat digunakan di SD/MI maupun di SMP/MTs terdapat sekitar 65 jenis alat peraga, belum termasuk pelengkap/pendukung seperti chart, kartu-kartu, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), maupun pajangan (poster) yang terkait dengan materi yang dipelajari untuk memotivasi siswa. dimana tanpa kehadiran alat peraga tersebut guru mengalami kesulitan untuk membuat pembelajaran mudah dipahami siswa. Semua jenis alat praga yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika  belum tersedia di pasaran. Hasil survey di lapangan (pasar) menunjukkan bahwa alat peraga pembelajaran matematika yang tersedia di toko  (dipasaran ) masih belum memenuhi kebutuhan sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2008 (KTSP) Pemanfaatan alat peraga/alat bantu  dalam pembelajaran matematika dituntut mampu membuat:  a) siswa aktif, b) siswa  membiasakan menemukan kembali konsep/rumus/prinsip, c)  siswa   bekerjasama, d) siswa   melakukan  manipulasi/ kreatif e) pembelajaran yang menyenangkan, f)  pembelajaran efisien dan efektif.

Dengan  adanya keterbatasan-keterbatasan alat peraga yang ada di pasaran, bisa berakibat pembelajaran matematika tidak optimal, kualitas pembeljaran matematika juga tidak optimal hal ini disebabkan pembelajaran tidak  memanfaatkan alat peraga. Sebenarnya beberapa alat peraga / alat bantu pembelajaran matematika dapat dibuat sendiri, namun hal ini tidak memungkinkan dilakukan oleh para guru. Hasil penelitian tentang ketersediaan alat peraga menunjukkan hasil sebagai berikut,

(1)          Ketersediaan alat peraga matematika SD di kabupaten Banjarnegara masih rendah, rata-rata 33% – 38% (Hidayah, 1991)

(2)          Ketersediaan alat peraga matematika SD di Kodya Semarang relatif rendah, rata-rata antara 40%-52%, rata-rata dropping dari pemerintah 5% dan rata-rata pemanfaatan (pendayagunaan) dalam pembelajaran oleh guru 49,5% (Sugiman, 1996)

(3)          Alat peraga dan buku petunjuk penggunaan alat peraga matematika dengan  standar MEQIP (Mathematic Educatoin Quality Improvement Program) hanya dimiliki oleh 600 SD  dari sekitar 150.925 SD  yang tersebar di seluruh propinsi di Ondonesia  (Laporan pelaksanaan MEQIP tahun 2007)

Seiring dengan kemajuan teknologi banyak sekolah baik SD/MI maupun SMP/MTs yang memiliki sarana pembelajaran berupa LCD dan Leptop, sehingga kebutuhan CD pembelajaran khususnya CD pembelajaran matematika kini sudah cukup mendesak.. Pemanfaatan CD pembelajaran ini tidak hanya sekedar mengikuti perkembangan teknologi, namun CD pembelajaran ini merupakan salah satu perangkat  pembelajaran untuk menciptakan  pembalajaran inovaif efektif dan menyenangkan.

Tahun 2004, beberapa dosen dari Jurusan Matematika FMIPA UNNES terlibat dalam kegiatan identifikasi alat peraga yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar (SD) maupun madrasah ibtidaiyyah (MI) yang diselenggarakat oleh direktur TK/SD Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Dari hasil kegiatan telah menghasilkan 81 desain alat peraga. Untuk pengadaan alat peraga tersebut Direktur TK/SD telah bekerjasama dengan P3G matematika di Yogyakarta. P3G bersama PT Pembina pada tahun itu baru berhasil memproduksi 18 jenis alat peraga dari 81 jenis alat peraga yang teridentifikasi untuk pembelajaran matematika kelas 1 sampai dengan kelas 6.  Uji coba pemanfaatan alat peraga ( 18 jenis produk PT Pembina, beserta alat peraga jenis lain produk Laboratorium Matematika FMIPA UNNES) dalam pembelajaran telah dilakukan di beberapa sekolah dasar di 6 propinsi (Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat).  Dari hasil uji coba diantaranya telah menyajikan beberapa temuan untuk perbaikan atau penyempurnaan alat peraga matematika yang dipergunakan.

Adanya program pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran menuju hasil belajar peserta didik yang berkualitas (unggul), berbagai aktivitas/kegiatan dengan berbagai nama bermunculan (kelas unggulan, imersi, sekolah standar nasional, sekolah standar internasional, olimpiade sains termasuk di dalamnya matematika, dll).  yang dibarengi dengan peluncuran kebijakan pengadaan dana dari berbagai sumber seperti BOS, BOP, Block Grant, Hibah kerjasama dengan luar negeri,  dan lainnya. Hal ini membawa konsekuensi

pada program/aktivitas peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika tingkat nasional, propinsi, kabupaten, negeri maupun swasta, maupun kerjasama dengan luar negeri. Seperti MEQIP (Mathematics Education Quality Improvement Program) tingkat nasional-propinsi-kabupaten-kecamatan-gugus. Program kerjasama dengan luar negeri: Jica, LAPIS ((Learning Assistance Program for Islamic School), PMRI, Save the Children. Program rutin di jawa Tengah adalah Bintek (Bimbingan Teknik) mata pelajarn matematika tingkat propinsi – kabupaten – kecamatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan maupun Depag. Apapun programnya, peningkatan kualitas pembelajaran matematika membutuhkan media/alat peraga matematika, dan karena tidak tersedianya media/alat peraga matematika di pasaran, maka konsumen akan datang atau menghubungi laboratorium matematika.

Banyak SD (= 150.925) di Indonesia,    20.729 SD dan 2.657 SMP di Jawa Tengah (data tahun 2006) merupakan pasar bagi produk media/alat peraga matematika laboratorium matematika UNNES, karena belum ada produksi lainnya. Alat peraga produk laboratorium matematika diproduksi dari bahan yang relatif  murah, mudah didapat, biaya produksi murah, memiliki nilai jual tinggi (karena yang membutuhkan lebih banyak dari yang memproduksi), dan selalu menyesuaikan kebutuhan konsumen/tuntutan. Daftar sekolah yang sudah menggunakan maupun sebagai sasaran promosi melalui pelatihan pemanfaatan media/alat peraga produk laboratorium matematika UNNES sebagai pangsa pasar tersaji pada Lampiran 1.

Harga alat peraga produk perusahaan (perusahaan tertentu) 4 kali lebih mahal dari harga alat peraga produk Laboratorium Matematika FMIPA UNNES. Walaupun bahan lebih bagus produk perusahaan tersebut, namun produk Laboratorium Matematika lebih fleksibel, efektif dalam pembelajaran. Masyarakat pengguna (guru-guru/ kepala/sekolah/pengawas sekolah cenderung memilih alat peraga produk Laboratorium Matematika. Hal ini mereka lontarkan saat kegiatan pelatihan pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika yang telah dilakukan di daerah-daerah. Kelebihan lain dari produk Laboratorium Matematika selalu dilakukan penyesuaian/inovasi seiring dengan permasalahan pembelajaran matematika yang muncul di lapangan. Produk laboratorium Matematika tidak semata-mata berorientasi pada produksi, namun lebih fokus pada pemecahan masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran matematika (Pra sekolah, SD, SMP). Khusus untuk media pembelajaran matematika (alat peraga SMP, CD pembelajaran) belum ada industri/perusahaan yang memproduksi. Selama ini kebutuhan sekolah telah dipenuhi oleh Laboratorium Matematika dengan cara pemesanan. Laboratorium Matematika UNNES memproduksi sesuai permintaan sekolah (konsumen).

Mengacu pada kebutuhan pasar akan media pembelajaran matematika, dan kegiatan rutin yang terjadi di perguruan tinggi (laboratorium matematika), sangat perlu didirikan suatu unit usaha sebagai kegiatan komersial produksi media pembelajaran matematika, di samping untuk memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus sebagai kegiatan pengembangan teknologi media pembelajaran matematika sekolah.

Adapun tujuan program U-UJI Mabelika UNNES  meliputi : 1) Mengembangkan  media pembelajaran matematika, 2) memproduksi media pembelajaran matematika secara rutin, 3)  menunjang pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa, 4) menyediakan kebutuhan pasar akan media pembelajaran matematika, 5) menerapkan hasil penelitian dan pendidikan,  6) memperoleh pendapatan untuk menunjang kemandirian laboratorium matematika FMIPA UNNES.

Kaitan Ipteks dengan Temuan dan HKI Perguruan Tinggi

Temuan dari hasil pengembangan kegiatan pada di mata kualiah Workshop Pendidikan Matematika 1, dan 2 di Jurusan Matematika FMIPA UNNES yang berupa desain maupun prototipe media pembelajaran  matematika (alat peraga, CD pembelajaran, LKS dan Buku Suplemen “Pemanfaatan Alat Peraga Matematika di SD/MI maupun di SMP/MTs)  telah dimanfaatkan oleh berbagai isntitusi baik negeri maupun swasta  antara lain Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, SD/MI dan SMP/MTs  baik di Jawa Tengah mupun di luar Jawa Tengah, PPPG Matematika Yogyakarta berkerja sama dengan PT Pembina Yogyakarta.  Hasil-hasil tersebut sudah waktunya untuk segera dipatenkan

Nilai Tambah Produk dari Sisi Ipteks

Mengatasi masalah di lapangan yaitu terbatasnya jenis maupun kualitas media pembelajaran matematika di lapangan .Ketersediaan produk yang berupa media pembelajaran (alat peraga, CD pembelajaran dan charta) akan mampu memenuhi kebutuhan media pembelajaran matematika yang sesuai dengan kreteria yang diharapkan kurikulum, sesuai dengan program pemerintah, Direkterat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah dengan program MEQIP (Mathematics Education Quality Improvement Program) yang baru diluncurkan implementasinya di 14 propinsi di Indonesia pada tahun 2006.  Adapun yang dimaksud dengan pembelajaran sesuai dengan kriteria  adalah bahwa pembelajaran metematika dengan memanfaatkan media memberikan kemudahan  peserta didik untuk  aktif menemukan sendiri konsep atau prinsip pada matematika. Pembelajaran yang demikian akan sangat  bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan keberadaan alat peraga matematika klasikal, kelompok,  dan perorangan atau individual yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan yang disesuaiakan dengan rambu-rambu dari pelaksanaan KTSP, diharapkan memberikan kemudahan bagi  guru untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran matematika , melakukan pembelajaran yang variatif, tidak membosankan, memberi kesempatan kepada peserta didik  untuk mengembangkan penalaran, untuk bekerja sama sekali gus mengembangkan kemampuan bekerja sama, kemampuan tersebut akan bermanfaat bagi peserta didik mengembangkan kecakapan hidup.

Manfaat Unit UJI dan Aspek Sosial Ekonomi Secara Nasional

Keberadaan unit UJI  akan memberikan manfaat baik bagi lembaga khususnya Jurusan Matematika FMIPAS UNNES maupun bagi masyarakat pengguna

Adapun manfaat bagi lembaga antara lain :

1)     Tumbuhnya unit usaha yang terorganisir dengan manajemen yang baik

2)     Sebagai wahana pendukung pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa maupun   dosen.

3)     Sebagai penunjang mata kuliah Workshop Pendidikan Matematika  1 dan Workshop Pendidikan Matematika  2, dimana produk kedua mata kuliah tersebut adalah alat peraga atau media pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh mahasiswa setelah mendapat pengesahan dosen.  Diharapkan unit UJI  dapat dijadikan tempat untuk magang  bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan tidak hanya memproduksi namun dapat melakukan analisis penentuan harga beserta pemasarannya.

Sedangkan manfaat bagi masyarakat pengguna antara lain :

1)     Memudahkan  sekolah SD/MI, SMP/MTs,  memenuhi kebutuhan media pembelajaran matematika sesuai kebutuhan tuntutan Kurikulum 2006

2)     Mendungan program MEQIP  bagi Direktorat, Diknas Propinsi, dan  Diknas Kabupaten/Kota.

3)      Mempercepat  perluasan implementasi MEQIP melalui otonomi daerah

4)     Memotivasi guru mata pelajaran matematika dalam melaksanakan kurikulum yang berlaku (KTSP)

Sekitar lima tahun terakhir Laboratorium Matematika telah menghasilkan media pembelajaran matematika sekolah yang berkualitas / laik jual (alat peraga, CD pembelajaran, poster, chrata dan LKS)  pada tiap tahunnya.  Semester gasal dengan produk alat peraga, charta dan LKS sedangkan semester genap dengan CD pembelajaran dan proster melalui mata kuliah Workshop Perndidikan Matematika 1 dan Workshop Perndidikan Matematika 2. Bersamaan dengan itu  telah melayani pembelian produk di atas terutama guru-guru/sekolah-sekolah di daerah Jawa Tengah (Kab Semarang, Kota Semarang, Salatiga,  Magelang, Wonosobo, Rembang, Grobogan, Kebumen, Pekalongan Tegal , Brebes, Bumiayu, Jepara)

Dengan adanya program MEQIP yang implementasi perdananya  tahun  2006 di 14 propinsi (Jawa  Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTT, NTB, Sulsel, Sulut, Sulteng, Kaltim,  Bangka Belitung, Sulsel, Lampung,  Jambi), Laboratorium matematika telah mendapat  dan melayani pesanan alat peraga dan CD pembelajaran matematika dari Perguruan Tingggi negeri antara lain dari Bengkulu, Bali, NTT dan Manado. Disamping itu semakin meningkatnya  konsumen di Jawa Tengah, tidak hanya  Sekolah (pendidikan Formal)  namun juga pendidikan non formal   seperti bimbingan belajar. Mencermati pelaksanaan implementsi MEQIP tahun pertama oleh Direktur TK. SD yang dilanjutkan Diknas Propinsi di 14 propinsi, ternyata rata-rata tiap Pripinsi ,hanya mendapat anggaran untuk nplementasi  pada 3 (tiga) kabupaten dan setiap kabupaten hanya 6 SD.  Sehingga jumlah SD  keseluruhan tiap propinsi 18 SD.  Kebutuhun alat peraga tiap SD cukup 1 (satu) paket Alat Peraga.  Apabila implementasi MEQIP tersebut menunggu giliran dari program/dana pemerintah Dirrektur TK SD melalui Diknas Propinsi) jelas pembelajaran matematika yang diharapkan tidak segera terlaksana. Seiring dengan danya otonomi daerah maka sangat  besar kemungkinan bahwa  Diknas kabupaten/Diknas Kecamatan/Gugus/ Sekolah dengan  dana APBD/Block grant untuk mengedaan alat peraga mata pelajaran matematika guna memnunjang implementasi kurikulum yang berlaku (JKTSP).  Dengan demikian kebutuhan alat peraga jelas semakin luas .

Keberadaan ujit usaha (UJI) yang diiusulkan  diharapkan mampu melayani kebutuhan konsumen secara luas dan berkelanjutan. Sebagai contoh di Jawa Tengah ada 35 kabupaten, 3 diantaranya sudah mendapat program MEQIP yaitu kabupaten Pati, Purbalingga dan Banyumas  dari ketiga kabupaten tersebut baru 18 SD.. Contoh lain di kabupaten Bantaeng Sulsel  sekitar 30 % dari dana APBD dialokasikan untuk pengembangan  sekolah (termasuk pengedaan alat Bantu pembelajaran). Alat pera MEQIP  hanya ada di 6 SD.  Dapat dikatakan bahwa kebutuhan sekolah akan alat peraga matematika  berkelanjutan, disamping itu unit usaha UJI bekerja sama dengan Jurusan matematika FMIPA UNNES melalui kegiatan perkuliaahan, dan penelitian pruduknya selalui mengalami pengembangan atau inovasi, dengan demikianproduk yang dihasilkan akan selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan konsumen bahkan  sesuai dengan tuntutan jaman. Satu hal yang membuat unit UJI optimis untuk berkembang  dan mapun bersaing bahwa  hasil produksi dari industri  lain  karena  produk  alat peraga di luar UJI harganya sangat mahal,

METODE PELAKSANAAN

Proses  pelaksanaan program U-UJI Mebelika UNNES  tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebelumnya, sehingg desain prototipe produk mengacu pada hasil pengembangan dari pembelajaran/ perkuliahan/ pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sampai dengan tahun 2006

Proses produksi


Bagan Alir Proses Produksi

Dalam Unit Usaha UJI ini ada 2 macam produk yang akan dihasilkan, yaitu alat peraga manipulatif, CD pembelajaran,   dengan alir proses produksi yang tidak sama.

Teknik pemasaran produk

1)     Presentasi didepan guru SD/MI dan guru metematika SMP/MTs dan Kepala SD/MI ketika Pengelola U-UJI bertugas melaksanakan Fasilitator pada kegiatan BINTEK, MEQIP, Seminar, Pelatihan

2)     Selebaran yang isinya tentang jenis alat peraga dan harganya pada setiap kegiatan seminar, pameran

3)     Informasi langsung kepada mahsiswa UT yang tersebar di kabupaten di Jawa tengah oleh Pengelo U-UJI dan oleh dosen matematika UNNES yang bertugas sebagai tutor UT

4)     Mengikuti pameran

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Hasil yang telah didapat

Hasil-hasil yang telah didapat  sejak bulan April 2008 sampai dengan bulan   Nopember 2008  antara lain :

1)    Desain alat peraga matematika

2)       Prototip alat peraga matematika

3)      Master CD pembelajaran interaktif  mata pelajaran matematika

4)      Memproduksi dan menjual alat peraga matematika  pendidikan dasar

Kapasitas produksi perbulan

Dalam tahun 2008  selama 8 bulan  telah dihasilkan

1)    Desain alat peraga matematika sebanyak  41 materi

2)       Prototip alat peraga matematika sebanyak  41 macam

3)      Master CD pembelajaran interaktif  mata pelajaran matematika 26 materi

Memproduksi  produksi alat peraga manipulatif selama 8 bulan lebih dari 601 unit  atau produksi rata-rata berbulan mencapai 75 unit dengan nilai juall senilai Rp 72,676,900, selama 8 bulan atau rata-rata perbulan mencapai Rp 9,064,600

B. Pembahasan

Pada bulan April 2008,  U-UJI Mebelika UNNES disetujui oleh DP2M dan mendapat dana dari PD2M sebesar Rp 70,000,000,- dan dana dari UNNES sebesar Rp 17,500,000,-.   Sejak berdirinya IKIP Semarang (UNNES)  belum pernah mendapatkan U-UJI  sehingga U-UJI Mebelika merupakan U-UJI yang pertama di UNNES. Kegiatan U-UJI Mebelika UNNES tahun pertama ini melibatkan 14 tenaga kerja yang terdiri dari 4 orang Tim U-UJI (Direktur, Kabag  Pemesaran, Kabag Produksi dan Personalia, Kabag Keuangan) dan 10  orang  tenaga Non Tim U-UJI sebagai tenaga harian lepas. Hasil U-UJI Mabelika pada tahun pertama sudah menggembirakan  baik dilihat dari jumlah produk baik jumlah produk alat peraga manipulatif maupun CD pembelejaran. Demikian juga jika dilihat dari hasil pemasarannya mencapai 21 paket penjualan ke 21 Sekolah baik SD/MI, SMP/MTs dan jula ke institusi lainnya.

Jika dilihat dari keuntungan yang didapat  U-UJI Mebelika UNNES  sudah menggembirakan  dari dana yang telah dicairkan oleh DP2M sebesar RP 39,836,420, dari UNNES sebesar Rp 17,500,000 dan dari Unit Usaha sebesar Rp 13,000,000 ,  U-UJI Mebelika berhasil menjual produk senilai  Rp 72,676,900 dan  keuntungan bersih mencapai Rp 19,894,600

KESIMPULAN  DAN SARAN

A.  KESIMPULAN

U-UJI Mabelika UNNES tidak saja sebagai lembaga bisnis tetapi juga telah memeberikan solusi atas   problem pembelajaran matematika di pendidikan dasar  dengan rasional sebegai berikut

1)   Alat peraga manipulatif yang telah dihasilkan U-UJI Mebelika UNNES bisa membantu mengatasi masalah di lapangan yaitu terbatasnya jenis maupun kualitas media pembelajaran matematika di lapangan .Ketersediaan produk yang berupa media pembelajaran (alat peraga, CD pembelajaran dan charta) akan mampu memenuhi kebutuhan media pembelajaran matematika yang sesuai dengan kreteria yang diharapkan kurikulum, sesuai dengan program pemerintah, Direkterat Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah dengan program MEQIP (Mathematics Education Quality Improvement Program)

2)  Dengan keberadaan alat peraga matematika klasikal, kelompok,  dan perorangan atau individual yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan yang disesuaiakan dengan rambu-rambu dari pelaksanaan KTSP, diharapkan memberikan kemudahan bagi  guru untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran matematika , melakukan pembelajaran yang variatif, tidak membosankan, memberi kesempatan kepada peserta didik  untuk mengembangkan penalaran, untuk bekerja sama sekali gus mengembangkan kemampuan bekerja sama, kemampuan tersebut akan bermanfaat bagi peserta didik mengembangkan kecakapan hidup.

3) Keberadaan unit UJI  akan memberikan manfaat baik bagi lembaga khususnya Jurusan Matematika FMIPAS UNNES , antara lain

a.            Tumbuhnya unit usaha yang terorganisir dengan manajemen yang baik

b.            Sebagai wahana pendukung pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa maupun   dosen.

B.  SARAN

Dari pengalaman kegiatan U-UJI Mebelika UNNES pada tahun pertama  promosi yang paling efektif adalah  dengan presentasi yang disisipkan pada kegiatan seminar, wokshop, lokakarya maupun pelatihan didepan calon kunsumen.  Hal ini disebabkan karena  calon konsumen langsung bisa  melihat evektifitas alat peraga tersebut pada pembelajaran, apalagi ketika vasilitor dalam  memanfaatkan alat peraga tersebut berperan sebagai guru model dan calon konsumen sebagai peserta didik, sehingga saat itu pula calon konsumen mendapatkan berbagai tambahan pengetahuan antara lain:

1)           mendapatkan contoh model pembelajaran inovatif yang efektif

2)           memperbaiki pemehaman konsep ( semula salah dalam memahami konsep)

Kendala yang ada adalah meskipun para guru menyedari betapa pentingnya alat peraga matematika produksi U-UJI Mebelika UNNES namun ketika kepala sekolah tidak memenuhi usulan dari para guru  akhirnya pengadaan alat peraga tidak dapat direalisasi, oleh karena itu perbaikan program yang perlu dilakukan U-UJI Mebelika  UNNES adalah presentasi pemanfaatan alat peraga matematika dengan pola guru model dilakukan didepan Kapala  Sekolah SD/MI dan  Kepala Sekolah  SMP/MTs, sehingga kepala sekolah akan menyadari betapa pentingnya alat peraga matematika dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Arif S, Sadiman, dkk. 1993. Media Pendidikan. Cetakan ketiga (Seri Pustaka Teknologi Pendidikan Nomor 6). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

2.      Darhim. 1993. Modul Workshop Matematika 1-6. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.

3.      Dirjendikdasmen. 1993. Petunjuk Pengajaran Berhitung Kelas IV, V, dan VI di SD. Jakarta:Depdikbud

4.      Isti Hidayah, dkk. 2001. Prototipe Alat Peraga dan Pengembangan Pembelajaran Matematika Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga di Sekolah Dasar. Laporan Hasil Penelitian Hibah Bersaing VII. Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Semarang.

5.      Isti Hidayah, dkk. 1999. Prototipe Alat Peraga dan Pengembangan Pembelajaran Matematika Bercirikan Pendayagunaan Alat Peraga di Sekolah Dasar. Laporan Hasil Penelitian Hibah Bersaing VII/1. Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Semarang.

6.      Isti Hidayah, dkk. 2004. Ujicoba Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Alat Peraga Matematika di Sekolah Dasar (di 6 Propinsi). Laporan Hasil Penelitian. UNNES Kerjasama Proyek Peningkatan Mutu IPA (SEQIP) Direktorat Pendidikan TK dan SD, Dirjendikdasmen, Depdiknas.

7.      Isti Hidayah, dkk. 2003. Efektivitas Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah dengan Pendayagunaan Media (Alat Bantu Ajar) di SD, SLTP, SMU, dan LPTK. Laporan Hasil Penelitian Program Due-Like Batch III UNNES.

8.      Isti Hidayah. 2004. Buku Ajar Workshop Pendidikan Matematika 1. Jurusan Matematika FMIPA UNNES.

9.      Ruseffendi. 1989. Dasar-Dasar Matematika Modern dan Komputer untuk Guru. Bandung: Tarsito.

10. Sugiarto, dkk. 2004. Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kecakapan Matematika Siswa Pendidikan dasar sebagai Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Laporan Hasil Penelitian Due-Like Batch III UNNES.

11. Sugiarto dan Isti 2003. Pemanfaatan Media Alternatif dan Inovatif (ALIN) dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar.

12. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 1997. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »